ORIGINAL PATTERN 013 © Hiromu Tsuboi / www.gr2inc.com
Bosan sudah aku. Termenung, diam menyendiri di rumah yang sesungguhnya tak layak disebut sebagai rumah. Menyesali sesuatu yang benar-benar sudah tak dapat diperbaiki.
Bosan aku dipuja lalu diinjak dalam selang waktu yang singkat.
Bosan aku hidup dengan dikelilingi pemain sandiwara kehidupan nyata.
Bosan aku mendengar dialog dari skenario busuk mereka, dan kalian.
Bosan aku hidup di dunia yang seakan menjadi pesta topeng yang takkan pernah terhenti.
Bosan aku mendengar kata maaf sebagai sebuah kata yang tak bermakna.
Apalagi ketika kau, yang dulu kupuja, yang menjadi pembicara kata tak bermakna itu.
Bosan aku dengan dirimu, yang ternyata sama saja dengan yang lain. Yang dulu ku kira ‘salmon yang terdampar di lautan’, sosok yang berbeda dari yang lain, sosok yang patut di perlakukan istimewa.
Kau tak lebih dari mereka para pemain sandiwara. Munafik.
Haha. Cinta!!! Tak bisakah kau buat aku lebih buta dan terlihat lebih bodoh daripada ini?
Menyerahkan yang terbaik dariku, selama 5 tahun terakhir ini untuknya?
Menatapnya dengan tatapan cerah dan tak lupa melukiskan senyum di bibirku, menyemangatinya saat ia terjatuh, membantunya untuk bangkit kembali, mendorongnya ketika ia terhenti di satu titik tengah, menariknya ketika ia sudah benar-benar tersudutkan
Hadir tepat di hadapannya disaat ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk menumpahkan seluruh amarah yang tertahan darinya,
Mendengarkan seluruh keluh-kesah kehidupannya mulai dari masalah sepele hingga yang dapat membuatnya menangis hingga membuat kedua matanya sebagai dua hulu dari dua sungai besar.
4 kali sudah kita saling mendoakan agar hubungan ini dapat terus berlanjut hingga ke pelaminan? Hingga Shaviqa *nama yang kau berikan untuk anak pertama kita nanti* beranjak dewasa dan memiliki seorang adik? Hingga kita benar-benar bisa meraih impian hidup sesungguhnya?
4 kali pula telah kita rayakan pesta kecil untuk ulang tahun kita berdua?
Dan 60 kali sudah ucapan ‘Selamat (x/xx) bulan’ yang terucap dari bibirku, dan dari bibirmu.
1826 hari sudah ku abdikan rasa ini padamu.
1826 hari sudah ku jadikan kau sebagai, penyemangat hidup(?)
(Kurasa itu semua sudah cukup, bukan? Meningat usia kita yang belum dihampiri angka kedua di tempat pertama.)
Dan masihkah kau menganggap Ia yang ketiga, yang baru saja 5 bulan lalu kau kenal,
lebih baik dariku?
Aku yang kau kenal 5 tahun lebih?
Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do I’ll still feel you here ‘til the moment I’m gone.
Set me free, leave me be. I don’t want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall, just the way I’m supposed to be.
But you’re on to me and all over me.
I live here on my knees as I try to make you see that you’re everything I think I need here on the ground.
But you’re neither friend nor foe though I can’t seem to let you go.
The one thing that I still know is that you’re keeping me down
You’re on to me, on to me, and all over…
Something always brings me back to you.
It never takes too long.
Huay long time no tumblring~ *OK face*.
Oke mari kembali ke topik pembicaraan; sejujur-jujurnya aku dari dulu bingung kenapa orang orang bilang kita (muslim) gausah ngucapin selamat natal ke umat nasrani. Kaya pernyataan MUI “umat muslim tidak perlu mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani”.
Yayaudalahya terus kenapa kalo kita ngucapin kan cuma ngucapin ga ikut ngerayain? Toh mereka (umat nasrani) rasanya selalu ngucapin selamat lebaran ke kita (umat muslim). Liat aja itu di tv kalau lagi menjelang lebaran pasti ada dirut MNC News atau apa ya itu dirut yang pokonya non-muslim selalu ngucapin selamat lebaran 14xx H ke kita.
Apa salahnya sih balas budi?
Masalah omongan doang jadi bejibet lah ga ngerti, Indonesia Indonesia..kapan aku bisa keluar dari sini:-(
Ah satu hal lagi yang bikin bingung bahkan ustad aku waktu kecil sekalipun ngomong yang serupa kaya MUI dan berhubung aku masih kecil aku langgar aja ikikiki, sebentar, sampe sekarang aku langgar ko omongan ustad itu hoho maap ya pa. Abis saya bingung apa salahnya cuma ngucapin aja, nyelametin aja, ikut berbahagia.
Toh kita di Indonesia hidup berdampingan ko sama yang beda agama, suku, dll. Baca Pancasila sila ke-5! *eh sebentar, nyambung kan*
well, i’m in position which i really don’t have (even a little) passion of studying for tomorrow last semester exam. Gosh, tomorrow tests are english and biology. well english?i even haven’t touch the book yet and i really don’t know the materials. second, biology, i even didn’t remember the most what i’ve learned about fungi and protist, lol. even the steps for making a scientific method and even the parts (with its functions) of microscope.
and i even didn’t google because i’m too lazy. all i google were about fanfic and fanfic.
So, it means i really feel something’s very wrong with me now because i really really don’t wanna study anything even me myself knew what’s going on tomorrow and i even didn’t make any effort. I was lyk, playing all the time.
Lol. Whereas i never like this before, i’m at least have a time, in weekends to study or even just read the book for tomorrow’s materials even i know there will be no test or homework for the next day but still.
WELL, i think i’m a little bit out of mind and all i need is sleep. without continue my study haha, ha, h, a.
Bye night everyone sorry for make a spam post pops out on your dashboard.
Dare to have one?
(via cynoxkza)
“So I’ll tell you all the story
About the joker and the thief of the night”